Home » PHP » Cara Menggunakan Fungsi Hash PHP untuk Enkripsi

Cara Menggunakan Fungsi Hash PHP untuk Enkripsi

Published by Ade Kurniawan on

hash php

Fungsi hash di php digunakan untuk mengubah sebuah text menjadi angka dan huruf acak (hash format). hash dikenal sebagai salah satu metode untuk mengenkripsi informasi. Dengan menerapkan hashing maka informasi diubah dari format biasa menjadi format hash dengan tujuan keamanan.

Bagi pembaca sekalian yang sedang memilih bentuk penyimpanan password di database maka salah satu fungsi php yang dapat digunakan adalah hash.

Bagaimanana Menggunakan Hash ?

Hash memiliki algoritma. setiap algoritma memiliki karakteristik tersendiri. Algoritma md5, sha1 merupakan bentuk dari sekian banyak algoritma hash yang ada. algoritma ini biasa disebut dengan hash algos.

Saat ini beberapa hash algos yang terdapat pada php (versi php =>5.1.2) adalah :

NoNama Algoritma Hash 
1      md2
2      md4
3      md5
4      sha1
5      sha224
6      sha256
7      sha384
8      sha512/224
9      sha512/256
10      sha512
11      sha3-224
12      sha3-256
13      sha3-384
14      sha3-512
15      ripemd128
16      ripemd160
17      ripemd256


Kita menggunakan hash dengan menerapkan salah satu algoritma yang telah teregistrasi tersebut.

Penulisan fungsi Hash PHP

Hashing di php bisa dilakukan dengan menuliskan fungsinya seperti di bawah ini:

hash($algo, $data);

Keterangan

  • $algo adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk melakukan hashing seperti sha1, md5.
  • $data adalah text atau string yang akan diubah menjadi hash.
  • Output dari hash ini adalah string

Contoh Penggunaan hash

1. sha1

sha1 adalah salah satu algoritma hash yang sering digunakan. contoh cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

<?php
$hashing = hash('sha1', 'tes');
echo $hashing; 
?>

Output:

d1c056a983786a38ca76a05cda240c7b86d77136

sha1 merupakan salah satu algoritma yang popular. Salah satu penerapan menggunakan sha1 adalah untuk menyimpan password.

sha1 memiliki output 40 karakter lebih banyak dari md5. dengan menggunakan sha1 maka kita membutuhkan sedikitnya 40 length field password di database yang kita rancang.

2. md5

algoritma hash md5 menghasilkan output 32 digit kombinasi angka dan huruf(hash format).

contoh md5 hash

<?php
$hashing = hash('md5', 'ini adalah test hasing menggunakan md5');
echo $hashing;                                          
?>

output

51b09cbedc1292c47a4667fdbf116bcf

Jumlah karakter kombinasi huruf dan angka yang di hasilkan oleh algoritma hash md5 adalah 32.

3. sha256

<?php
$hashing = hash('sha256', 'tes');
echo $hashing;                                          
?>

output

ce0f6c28b5869ff166714da5fe08554c70c731a335ff9702e38b00f81ad348c6

Ketika menggunakan algoritma sha256 string atau karakter yang dihasilkan memiliki length 64.

Kesimpulan

Hash digunakan untuk hashing string. Proses hashing sebenarnya memiliki perbedaan dengan enkripsi, pada artikel selanjutnya akan kita bahas perbedaan hashing dan enkripsi. Selanjutnya berdasarakan uraian di atas dapat kita lihat bahwa ada Banyak algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan hashing. Meskipun yang sering digunakan saat ini adalah sha1 dan md5 namun teman-teman dapat mencoba algoritma lain yang telah disediakan oleh php.

Categories: PHP

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *