Home » Pemrograman » Ketahui Faktor Penyebab Seseorang Gagal Menjadi Programmer

Ketahui Faktor Penyebab Seseorang Gagal Menjadi Programmer

Published by Ade Kurniawan on

penyebab gagal menjadi programmer

Halo teman-teman sekalian….

Kali ini saya akan berbagi tentang dunia programming berkaitan dengan faktor penyebab seseorang gagal menjadi programmer.

Teman-teman mungkin mengetahui bahwa saat ini jumlah lulusan it(khusus bidang perangkat lunak) begitu banyak dan apakah dengan berkuliah atau bersekolah di jurusan ini membuat mereka menjadi pengembang perangkat lunak?

Jawabannya mungkin hanya sedikit dari mereka yang menjadi pengembang perangkat lunak (programmer). Ada banyak faktor yang dapat membuat seseorang gagal menjadi programmer.

Pada kesempatan ini indonetsouce.com akan mengulas faktor-faktor yang menjadi penyebab seseorang gagal menjadi programmer.

1. Menganggap Bahasa Pemrograman Bisa dikuasai Dalam Waktu yang Singkat

Pernakah kamu mendaki gunung.. ketika kamu berada di bawah saat memulai pendakian dan melihat ke puncak gunung terlihat dekat dan rendah. Saat itu kamu beranggapan ini bisa dengan mudah kudaki. Namun kenyataannya sulit sekali menaklukkan gunung tersebut setelah melakukan perjalanan pendakian.

Source : Kompas

Kamu dan bahasa pemrograman adalah pendaki newbie dan gunung.

Jika baru pertama mendaki maka akan sangat sulit menaklukkan gunung yang kamu daki. Dibutuhkan tekat yang kuat, stamina, persiapan yang matang untuk menaklukkan gunung pertama kamu. Jika berhasil menaklukkan gunung pertama yang kamu daki maka akan mudah mendaki gunung ke dua dan ketiga.

Menjadi programmer juga demikian, akan dibutuhkan waktu, tenaga dan tekat yang kuat untuk mempu menguasai salah satu bahasa pemrograman. Jika ini berhasil maka kamu akan mudah menguasai bahasa pemrogrman lainnya.

2. Tidak Memiliki Metode Belajar yang Tepat

Sebuah bidang ilmu akan lebih mudah dikuasai dengan membagi sekumpulan besar materi pelajaran menjadi bagian-bagian tertentu yang bisa disebut dengan kurikulum.

Teman-teman bisa tentukan topik besar itu apa dan cari kurikulumnya. Metode ini bisa jadi salah satu pilihan yang tepat untuk belajar.

Metode belajar yang salah akan membuat waktu belajar untuk menguasai satu bidang ilmu menjadi lebih lama sehingga jika ini terjadi maka potensi kegagalan menjadi lebih besar

3. Tidak Berupaya untuk Memiliki Mentor

Mentor adalah pendaki handal dan telah banyak menaklukkan gunung. Kenapa kamu tidak mendekatinya dan bertanya bagaimana dia bisa melakukan itu.

Kebingungan dalam kesendirian adalah hal yang menyedihkan. Dan anehnya mengapa begitu banyak orang-orang yang bertahan dalam kondisi ini.

Sebagai orang yang baru belajar programming jika kamu ingin menjadi programmer, maka berusahalah membuka diri dengan menemukan mentor untuk belajar dan menanyakan hal-hal yang tidak kamu ketahui.

4. Kemampuan Bahasa Inggris yang Minim

Kemampuan bahasa inggris juga menentukan agar bisa survive belajar programming. Referensi belajar dan documentasi bahasa pemrograman banyak ditulis dalam bahasa inggris. Oleh karenanya level skill bahasa inggris yang kamu miliki memiliki kontribusi terhadap kesuksesan dalam belajar programming.

5. Memaksakan Detail Sempurna Untuk Program

Setiap program dibuat ada level dan versinya sendiri. Sebagai programmer hal ini harus dijadikan aturan yang harus diterapkan agar capaian pekerjaan menjadi lebih terukur.

Sebuah program memerlukan pengembangan secara bertahap, alokasikan waktu sesuai dengan versi yang ingin di buat.

Program menjadi lebih baik jika sudah melawati tahap testing dan evaluasi. jika kamu memaksakan untuk testing dan evaluasi di tahap awal pengembangan program, maka hal yang terjadi adalah program tidak memiliki versi dan pekerjaan menjadi sesuatu yang tidak bisa diukur.

6. Keinginan Tinggi Tetapi Tidak Kemana-Mana

Keadaan ini tidak terjadi pada programmer saja, tapi juga menimpa wirausahawan dan lainnya. Sebagai orang yang menempuh bidang programming ada selalu keinginan untuk membuat aplikasi luar biasa seperti “youtube”, “facebook”, bahkan membuat mesin pencari seperti google.

Source : Freepik

Mungkin motivasi untuk mewujudkan impian tersebut menggebu-gebu dan ingin dicapai dengan totalitas. namun seiring dengan berjalannya waktu bug dan errors muncul dan tidak teratasi, kemudiah akhirnya patah di tengah jalan.

7. Aktivitas Proramming Tidak Menghasilkan

Kebanyakan prorammer menghabiskan waktu di depan layar. Hal ini menjadikan tertutupnya peluang untuk mendapatkan income dari tempat lain. Aktivitas proramming untuk di tahun-tahun awal tentu belum memperoleh hasil.

Dengan mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran hendaknya kamu memikirkan cara untuk mendapatkan uang dari aktifitas programming yang dilakukan. Apabila cara untuk memperoleh uang dari aktivitas programming ditemukan, maka besar peluang aktivitas proramming akan berlanjut. Namun jika tidak tentu menacari pekerjaan lain akan lebih memungkinkan.

8. Tidak Konsisten

Konsisten adalah kunci untuk mempelajari sesuatu. Sangat tidak mungkin bisa menguasai proramming dengan belajar programming 2 hari kemudian berhenti 3 minggu.

Jika tidak mampu mengalokasikan waktu secara konsisten maka usaha yang dilakukan dalam belajar programming akan menjadi hal yang sia – sia .

Beberapa faktor di atas dapat menjadi penyebab gagalnya seseorang dalam meraih cita-cita menjasi seorang programmer. semoga dengan mengetaui faktor di atas teman-teman dapat malakukan sikap antisipatif agar tidak mengalami faktor di atas


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *